Saturday, February 2, 2019

Santri Bemedia Sosial!

Di samping banyaknya sisi positif dari bermedia sosial, juga harus diperhatikan orang-orang yang ingin memanfaatkan sosial media sebagai ajang untuk menyebarkan berita palsu (hoax), menyebarkan kebencian, atau melakukan provokasi. 

Di sinilah pentingnya kita untuk cerdas dalam menggunakan media sosial. 
Para penyebar berita bohong sangat paham bahwa pengguna medsos akan membagi kiriman yang disukainya, meskipun hal tersebut belum tentu benar. 

Apalagi jika status yang dibuat terkait dengan keyakinan agama yang memiliki tingkat emosional yang sangat tinggi. Jika agama dinodai, maka sisi emosional dari banyak orang akan muncul untuk melakukan pembelaan, salah satunya dengan membagi kiriman yang mendukung atau mengapresiasi penggalangan dukungan atau opini untuk membela agama. 

Di sinilah pentingnya kita melakukan tabayyun atau konfirmasi terhadap berita-berita tersebut. Belum tentu semua berita yang dikirimkan benar dan sekalipun benar, harus dilihat dulu apakah ada manfaatnya untuk membagi berita tersebut atau bahkan menimbulkan masalah bagi publik. Kelompok-kelompok garis keras, berusaha memanfaatkan keberadaan medsos ini untuk mengkampanyekan eksistensi dirinya. 

Hal ini terbukti dengan keberhasilan ISIS dalam merekrut militan-militan muda untuk bersedia bertempur di medan perang. Banyak diantaranya direkrut melalui medsos.
.
Follow @santriaswaja_nw
Follow @santriprogresif_nw
.
#santrinw #santrimilenial #santriprogresifnw
Comments


EmoticonEmoticon