Tuesday, April 30, 2019

DI Sana Tertulis Namamu dan Engkau Bersama Dengannya

Ibnu Rustam | Jum’at, 19 April 2019 13:30
Imam Hasan al-Basri ketika ditanya tentang amalan yang mendekatkan diri kepada Allah dan yang menyelamatkan pada hari akhir, beliau menjawab "Cintailah para aulia atau ulama (orang yang dekat dengan Allah) dan berharap ketika Allah menatap hati para kekasihnya, di sana tertulis namamu. Dan itu akan membuat Allah membiarkan engkau bersama mereka di tempat terbaik-Nya."
Kebersamaan itu jelas melalui sabda Rasulullah SAW,
“Seseorang itu akan bersama orang yang ia cintai”
Dengan mencintai ulama maka pasti yang ditemukan adalah kebaikan dan keberkahan. Mengambil tangan ulama lalu menciumnya adalah hal indah yang didapat dari mereka yang mencintai ulama. Apalagi menziarahi dan bersilaturahim kepadanya.

وقال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ زَارَ عَالِمًا فَكَأَنَمَّا زَارَنِي، وَمَنْ صَافَحَ عَالِمًا فَكَأَنَّما صَافَحَنِي، وَمَنْ جَالَسَ عَالِمًا فَكَأَنَّما جَالَسَنِي في الدُّنْيَا، وَمَنْ جَالَسَنِي في الدُّنْيَا أَجْلَسْتُهُ مَعِيْ يَوْمَ القِيَامَةِ

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa mengunjungi orang alim maka ia seperti mengunjungi aku, barangsiapa berjabat tangan kepada orang alim, ia seperti berjabat tangan denganku, barangsiapa duduk bersama orang alim maka ia seperti duduk denganku di dunia, dan barangsiapa yang duduk bersamaku di dunia maka Allah mendudukkanya pada hari kiamat bersamaku." (Kitab Lubabul Hadits).

Rasulullah SAW bersabda,

وعن أبي هريرة قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: مَنْ زَارَ عَالِما ضَمِنْتُ لَهُ عَلى الله الجَنَّةَ

Dari Abu Harairah ra., saya mendengar Rasulullah saww. bersabda : “Barangsiapa mengunjungi orang alim, maka aku menjamin kepadanya dimasukkan surga oleh Allah”. (Kitab Tanqihul Qaul)

"Kuncup cinta tak boleh layu. Deburan asmara mesti menggebu. Rasa cinta adalah fitrah. Cinta ulama mengais berkah."
Mencintai ulama berarti mencintai dan meneruskannya dalam amal setiap nasihatnya. Mencintai ulama berarti siap menyokong dan membelanya. Mencintai ulama berarti bersiap menjemput syahid jika ada titah turun kepadanya. Intinya adalah Sami’na wa Atho’na

Semoga kita semakin cerdas dalam menyebar cinta kepada para ulamanya. Ulama yang disayang, bukan malah ditendang. Ulama yang dicintai, bukan malah dizalimi. Insya Allah. Wallahu a’lam

Comments


EmoticonEmoticon